Kontrak futures S&P 500 dan Nasdaq bergerak turun setelah data inflasi Amerika Serikat untuk September tercatat lebih tinggi dari perkiraan. Kondisi tersebut kembali memunculkan kekhawatiran terhadap prospek suku bunga Federal Reserve dan menekan saham-saham yang berkaitan dengan kecerdasan buatan.
Di Asia, tekanan juga terlihat pada sektor teknologi. Saham SK Hynix turun tajam hingga 10% di tengah aksi jual saham teknologi secara luas.
Di pasar forex dan emas, arah pergerakan lebih beragam. Euro dan poundsterling mengalami rebound setelah kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga The Fed mulai mereda, sementara dolar Australia tertekan oleh data tenaga kerja domestik yang lebih lemah.
Baca Juga: Market Update 13 Oktober 2026: Dolar Menguat, Emas Turun

AUD/USD
Dolar Australia melemah hingga kembali berada di bawah level US$0,70, mendekati level terendah dalam dua minggu.
Tekanan terhadap AUD muncul setelah data menunjukkan tingkat pengangguran yang lebih tinggi serta hilangnya lapangan kerja secara tak terduga pada September.
Data tenaga kerja yang lebih lemah membuat ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga lanjutan oleh Reserve Bank of Australia mulai menurun.
Secara teknikal, AUD/USD masih berada dalam downtrend.
Area support terdekat berada di 0.6940, sementara resistance terdekat berada di 0.7000.
Jika harga kembali gagal menembus resistance, tekanan jual masih berpotensi berlanjut.
📉 Potential Sell: 0.6990
🎯 Potential TP: 0.6955
🛑 Potential SL: 0.7020

GBP/USD
Poundsterling mengalami rebound setelah sebelumnya menyentuh level terendah dalam sekitar 15 minggu.
Penguatan sterling terjadi seiring meredanya spekulasi bahwa Federal Reserve akan kembali menaikkan suku bunga pada Oktober.
Berkurangnya ekspektasi terhadap pengetatan kebijakan The Fed dapat mengurangi dukungan terhadap dolar AS dan memberikan ruang bagi GBP/USD untuk pulih.
Namun secara teknikal, GBP/USD masih berada dalam downtrend.
Area support terdekat berada di 1.3180, sementara resistance terdekat berada di 1.3280.
Jika rebound gagal menembus resistance, tekanan jual masih perlu diperhatikan.
📉 Potential Sell: 1.3260
🎯 Potential TP: 1.3210
🛑 Potential SL: 1.3305

EUR/USD
Euro berhasil membalikkan pelemahan dari sesi sebelumnya setelah investor kembali menilai bahwa Federal Reserve kemungkinan akan tetap bersikap sabar dalam menentukan kebijakan suku bunga.
Sebelumnya, EUR/USD sempat turun setelah data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan meningkatkan kekhawatiran bahwa kebijakan moneter dapat tetap ketat.
Perubahan ekspektasi tersebut kemudian membantu euro melakukan rebound.
Secara teknikal, EUR/USD masih berada dalam downtrend.
Berdasarkan data Market Brief, Potential Support 1 tercatat di 1.1190, sementara Potential Resistance 1 berada di 1.1275.
Perlu dicatat, level support 1.1190 berada di atas harga penutupan D-1 sebesar 1.1156. Karena itu, level tersebut sebaiknya dikonfirmasi kembali pada chart sebelum digunakan sebagai acuan support terdekat.
📉 Potential Sell: 1.1250
🎯 Potential TP: 1.1205
🛑 Potential SL: 1.1290

XAU/USD
Harga emas berhasil memulihkan sebagian besar penurunannya setelah komentar bernada dovish dari sejumlah pejabat The Fed membantu meredakan kekhawatiran terhadap pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut.
Pergerakan tersebut membantu mengimbangi tekanan yang sebelumnya muncul setelah data inflasi AS tercatat lebih tinggi dari perkiraan.
Bagi trader pemula, sikap dovish berarti bank sentral cenderung lebih berhati-hati dalam menaikkan suku bunga atau lebih terbuka terhadap kebijakan yang lebih longgar.
Meski mengalami rebound, secara teknikal XAU/USD masih berada dalam downtrend.
Area support terdekat berada di 4070.00, sementara resistance terdekat berada di 4180.00.
Jika harga gagal menembus resistance, tekanan jual masih berpotensi kembali muncul.
📉 Potential Sell: 4165.00
🎯 Potential TP: 4110.00
🛑 Potential SL: 4210.00
Apa yang Perlu Diperhatikan Trader?
Data inflasi AS menjadi salah satu faktor utama yang menggerakkan pasar hari ini. Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan awalnya meningkatkan kekhawatiran bahwa suku bunga The Fed dapat bertahan tinggi lebih lama.
Namun, komentar yang lebih dovish dari pejabat The Fed kemudian membantu meredakan sebagian kekhawatiran tersebut.
AUD/USD menghadapi tekanan tambahan dari melemahnya kondisi pasar tenaga kerja Australia, sedangkan GBP/USD dan EUR/USD mendapatkan ruang untuk rebound seiring berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
XAU/USD juga berhasil pulih, tetapi AUD/USD, GBP/USD, EUR/USD, dan XAU/USD masih berada dalam downtrend secara teknikal.
Bagi trader, kondisi seperti ini menunjukkan pentingnya membedakan antara rebound jangka pendek dan perubahan tren yang lebih besar.
Fokus pada Inflasi dan Arah Kebijakan The Fed
Data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan kembali membawa arah kebijakan Federal Reserve menjadi fokus pasar.
Jika tekanan inflasi bertahan tinggi, pasar dapat kembali memperkirakan kebijakan suku bunga yang lebih ketat. Kondisi tersebut berpotensi mendukung dolar dan yield obligasi sekaligus memberikan tekanan pada saham serta emas.
Sebaliknya, jika pejabat The Fed tetap menunjukkan pendekatan yang lebih sabar, ekspektasi kenaikan suku bunga dapat kembali mereda.
Perubahan ekspektasi tersebut berpotensi meningkatkan volatilitas pada forex, emas, dan indeks saham AS.
Kesimpulan Market Outlook
Secara umum, pasar masih berada di antara dua sentimen utama: inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan dan sinyal yang lebih dovish dari pejabat Federal Reserve.
AUD/USD melemah setelah data tenaga kerja Australia mengecewakan. GBP/USD dan EUR/USD mengalami rebound setelah spekulasi kenaikan suku bunga The Fed mereda.
XAU/USD juga berhasil memulihkan sebagian penurunannya, tetapi secara teknikal masih berada dalam downtrend.
Trader perlu terus mencermati perkembangan inflasi, komunikasi pejabat The Fed, pergerakan dolar AS, serta reaksi harga di sekitar support dan resistance sebelum menentukan posisi.
Untuk membantu mengelola risiko di tengah perubahan ekspektasi suku bunga, trader juga perlu memahami perbandingan antara potensi keuntungan dan risiko pada setiap posisi.
Pelajari lebih lanjut melalui artikel Risk Reward Ratio dalam Tradingagar entry, target profit, dan stop loss dapat direncanakan secara lebih terukur.
Research Team – Doo Financial Futures
Disclaimer
Peringatan Risiko: Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Perdagangan derivatif memiliki tingkat risiko tinggi terhadap modal Anda, dan Anda hanya boleh trading dengan uang yang Anda sanggup untuk menanggung kerugian.
Perdagangan derivatif mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risiko yang terlibat dan mencari nasihat independen jika diperlukan.
Konten dalam materi ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai arahan atau rekomendasi untuk membeli atau menjual.

