Hard commodity dan soft commodity merupakan dua kelompok utama dalam pasar komoditas. Keduanya sama-sama dapat diperdagangkan, tetapi memiliki sumber, karakteristik, dan faktor penggerak harga yang berbeda.
Hard commodity umumnya berasal dari sumber daya alam yang ditambang atau diekstraksi, seperti minyak dan emas. Sementara itu, soft commodity berasal dari hasil pertanian atau perkebunan, seperti kopi, gandum, dan gula.
Baca Juga: Jenis-Jenis Komoditas yang Diperdagangkan di Market
Apa Itu Hard Commodity dan Soft Commodity?
Pengertian Hard Commodity
Hard commodity adalah komoditas yang diperoleh melalui proses penambangan atau ekstraksi dari sumber daya alam.
Produk dalam kelompok ini mencakup komoditas minyak mentah, gas alam, emas, perak, serta berbagai logam industri.
Pengertian Soft Commodity
Soft commodity adalah komoditas yang berasal dari hasil pertanian, perkebunan, atau produk yang dapat dibudidayakan.
Contohnya antara lain kopi, gandum, jagung, gula, dan kakao. Produksinya sangat dipengaruhi oleh kondisi alam dan musim.
Mengapa Komoditas Dibagi Menjadi Dua Jenis
Komoditas dibagi menjadi hard commodity dan soft commodity untuk membedakan sumber, proses produksi, serta faktor utama yang memengaruhi harganya. Pembagian ini membantu trader memahami karakter setiap kelompok komoditas dengan lebih mudah.
Hard commodity umumnya berasal dari hasil tambang atau ekstraksi, sehingga harganya banyak dipengaruhi oleh produksi, permintaan energi, aktivitas industri, dan kondisi geopolitik.
Sementara itu, soft commodity berasal dari hasil pertanian atau perkebunan sehingga lebih sensitif terhadap cuaca, musim panen, kualitas produksi, dan jumlah persediaan.

Contoh Hard Commodity dan Soft Commodity
Minyak Mentah dan Gas Alam
Minyak mentah dan gas alam termasuk hard commodity karena diperoleh melalui proses eksplorasi dan ekstraksi.
Harga keduanya dapat berubah akibat produksi, persediaan, permintaan energi global, hingga ketegangan geopolitik.
Emas, Perak, dan Logam Industri
Emas dan perak termasuk hard commodity sekaligus kelompok logam mulia. Selain digunakan dalam industri, emas juga banyak diperhatikan sebagai aset safe-haven.
Logam industri seperti tembaga dan aluminium lebih erat kaitannya dengan kegiatan manufaktur, konstruksi, serta pertumbuhan ekonomi.
Kopi, Gandum, Jagung, dan Gula
Kopi, gandum, jagung, dan gula merupakan contoh soft commodity yang berasal dari aktivitas pertanian.
Harganya dapat dipengaruhi oleh kondisi cuaca, musim panen, kualitas produksi, persediaan, serta permintaan ekspor.
Perbedaan Hard Commodity dan Soft Commodity
Sumber dan Cara Produksi
Hard commodity berasal dari sumber daya alam yang perlu ditambang atau diekstraksi.
Soft commodity berasal dari proses budidaya sehingga produksi dapat berulang mengikuti siklus tanaman dan musim.
Faktor Musim dan Cuaca
Cuaca memiliki pengaruh lebih besar terhadap soft commodity karena dapat menentukan kualitas dan jumlah hasil panen.
Hard commodity relatif tidak bergantung pada musim panen, tetapi produksinya dapat terganggu oleh bencana, masalah fasilitas, atau gangguan distribusi.
Pengaruh Industri dan Energi
Permintaan hard commodity banyak berkaitan dengan kebutuhan energi, konstruksi, teknologi, dan manufaktur.
Soft commodity lebih banyak dipengaruhi oleh konsumsi pangan, kebutuhan industri makanan, serta kondisi produksi pertanian.
Karakter Pergerakan Harga
Hard commodity dapat mengalami volatilitas tinggi ketika muncul perubahan produksi atau kondisi geopolitik.
Soft commodity juga dapat bergerak cepat saat terjadi cuaca ekstrem, gagal panen, atau perubahan besar pada perkiraan produksi.
Faktor yang Mempengaruhi Harga Komoditas
Supply dan Demand Global
Keseimbangan permintaan dan penawaran menjadi salah satu faktor utama harga komoditas.
Ketika permintaan naik sementara pasokan terbatas, harga berpotensi meningkat. Sebaliknya, kelebihan pasokan dapat menekan harga.
Cuaca dan Musim Panen
Cuaca dan musim terutama berpengaruh terhadap soft commodity.
Kekeringan, banjir, atau perubahan suhu dapat mengganggu produksi sehingga memengaruhi ekspektasi pasokan.
Kondisi Geopolitik
Konflik, sanksi, atau perubahan kebijakan perdagangan dapat mengganggu produksi dan distribusi komoditas.
Dampaknya biasanya cukup besar pada minyak dan energi karena pasokan global berasal dari wilayah tertentu.
Nilai Dolar AS
Banyak komoditas internasional diperdagangkan menggunakan dolar AS.
Perubahan nilai dolar dapat memengaruhi daya beli konsumen dari negara lain, meskipun pengaruh supply dan demand tetap dapat lebih dominan.
Tips Trading Komoditas untuk Pemula
1. Pahami Karakter Produk
Pelajari terlebih dahulu apakah komoditas lebih sensitif terhadap ekonomi, cuaca, geopolitik, atau aktivitas industri.
Memahami karakter produk membantu trader mengetahui informasi apa yang perlu dipantau.
2. Pantau Berita dan Kalender Ekonomi
Ikuti data produksi, persediaan, kebijakan ekonomi, serta berita yang dapat memengaruhi komoditas.
Untuk soft commodity, informasi cuaca dan hasil panen juga penting diperhatikan.
3. Gunakan Manajemen Risiko
Gunakan ukuran posisi, stop loss, dan target profit sesuai volatilitas instrumen. Hindari meningkatkan risiko hanya karena harga komoditas sedang bergerak dengan cepat.

Trading di Doo Financial Futures dan Mulai Trading Sekarang
Dengan akses market, termasuk trading komoditas, harga real-time, chart, dan fitur pengelolaan akun dalam satu platform, trader dapat memantau aktivitas trading dengan lebih praktis.
Download aplikasi Doo Financial Futures melalui Google Play Store atau Apple App Store untuk mengakses market global, memantau harga real-time, dan mulai trading kapan saja.





