Ketika membuka posisi trading, nilai keuntungan atau kerugian dapat berubah mengikuti pergerakan harga. Selama posisi belum ditutup, hasil transaksi tersebut disebut floating profit dan floating loss.

Memahami kedua istilah ini penting bagi trader pemula karena perubahan profit dan loss berjalan dapat memengaruhi kondisi akun, termasuk equity dan margin yang tersedia. Dengan memahami cara kerjanya, trader dapat memantau posisi dan mengelola risiko sesuai trading plan.

Baca Juga: Mengenal Ukuran Posisi dalam Trading dan Risikonya

Apa Itu Floating Profit dan Floating Loss?

1. Pengertian Floating Profit

Floating profit adalah keuntungan sementara dari posisi trading yang masih terbuka. Kondisi ini terjadi ketika harga bergerak sesuai arah posisi sehingga transaksi menunjukkan nilai keuntungan.

Sebagai contoh, trader membuka posisi buy emas dan harga kemudian naik. Selama posisi tersebut belum ditutup, keuntungan yang terlihat pada platform masih berupa floating profit.

2. Pengertian Floating Loss

Floating loss adalah kerugian sementara dari posisi trading yang masih terbuka. Kondisi ini terjadi ketika harga bergerak berlawanan dengan arah posisi yang diambil.

Misalnya, trader membuka posisi buy EUR/USD, tetapi harga justru turun. Selama posisi belum ditutup, kerugian yang terlihat pada platform disebut floating loss.

3. Mengapa Nilainya Bisa Berubah

Floating profit dan floating loss berubah karena harga instrumen terus bergerak selama market aktif. Nilainya juga dipengaruhi oleh ukuran posisi dan biaya transaksi yang berlaku.

Posisi yang sebelumnya menunjukkan floating profit dapat berubah menjadi floating loss apabila harga berbalik arah. Oleh karena itu, keuntungan yang terlihat saat posisi masih terbuka belum tentu menjadi hasil akhir transaksi.

Perbedaan Floating Profit dan Realized Profit

1. Floating Profit saat Posisi Masih Terbuka

Floating profit menunjukkan keuntungan yang sedang berjalan, tetapi belum direalisasikan karena posisi trading masih terbuka.

Selama posisi tersebut aktif, keuntungan dapat bertambah atau berkurang mengikuti perubahan harga. Trader perlu memahami bahwa nilai yang terlihat pada platform dapat berubah sebelum posisi ditutup.

2. Realized Profit setelah Posisi Ditutup

Realized profit adalah keuntungan yang sudah direalisasikan setelah posisi trading ditutup.

Hasil transaksi tersebut akan tercermin dalam balance akun setelah memperhitungkan biaya atau penyesuaian yang berlaku. Berbeda dari floating profit, realized profit tidak lagi berubah akibat pergerakan harga pada posisi yang sudah ditutup.

3. Contoh Perbedaannya dalam Trading

Misalnya, trader membuka posisi buy dan transaksi menunjukkan floating profit sebesar USD 50.

  • Saat posisi masih terbuka: Keuntungan USD 50 masih dapat berubah mengikuti harga.
  • Jika posisi ditutup dengan keuntungan USD 50: Nilai tersebut menjadi realized profit, sebelum memperhitungkan biaya atau penyesuaian yang berlaku.
  • Jika harga berbalik sebelum posisi ditutup: Floating profit dapat berkurang atau berubah menjadi floating loss.

Contoh ini menunjukkan bahwa keuntungan berjalan tidak sama dengan keuntungan yang sudah direalisasikan.

Perbedaan Floating Loss dan Realized Loss

1. Floating Loss saat Harga Bergerak Berlawanan

Floating loss muncul ketika harga bergerak berlawanan dengan arah posisi yang dibuka trader.

Meskipun posisi belum ditutup, kerugian berjalan tetap memengaruhi nilai akun. Karena itu, floating loss perlu diperhatikan dan tidak boleh dianggap sebagai kerugian yang tidak berdampak pada modal.

2. Realized Loss setelah Posisi Ditutup

Realized loss adalah kerugian yang sudah direalisasikan setelah posisi ditutup.

Penutupan dapat dilakukan secara manual, melalui stop loss, atau melalui mekanisme penutupan otomatis sesuai ketentuan akun. Setelah posisi ditutup, kerugian tersebut tercermin dalam balance.

3. Dampaknya terhadap Kondisi Akun

Floating loss dan realized loss sama-sama dapat mengurangi nilai akun, tetapi tercermin pada komponen yang berbeda.

  • Floating loss: Mengurangi equity selama posisi masih terbuka.
  • Realized loss: Mengurangi balance setelah posisi ditutup.
  • Kerugian yang membesar: Dapat mengurangi dana yang tersedia untuk mempertahankan posisi atau membuka transaksi baru.

Karena itu, trader perlu memantau kerugian berjalan sekaligus memperhatikan batas risiko yang telah ditetapkan.

Hubungan Floating dengan Equity

1. Equity Mengikuti Floating Profit dan Loss

Equity menunjukkan nilai akun yang memperhitungkan balance serta hasil berjalan dari posisi terbuka.

Secara sederhana, hubungan keduanya dapat digambarkan sebagai berikut:

Equity = Balance + Floating Profit − Floating Loss

Sebagai contoh, jika balance akun sebesar USD 1.000 dan posisi terbuka menunjukkan floating loss USD 100, equity menjadi sekitar USD 900, sebelum memperhitungkan biaya atau penyesuaian lainnya.

2. Dampak Floating terhadap Margin Level

Margin level menunjukkan perbandingan antara equity dan margin yang digunakan dalam akun trading.

Ketika floating loss meningkat, equity dapat menurun sehingga margin level ikut turun. Jika margin level mencapai batas tertentu, akun dapat mengalami margin call atau penutupan posisi otomatis sesuai ketentuan yang berlaku.

3. Risiko jika Floating Loss Membesar

Floating loss yang terus meningkat dapat mengurangi free margin dan kemampuan akun untuk mempertahankan posisi.

Risiko ini perlu diperhatikan terutama ketika trader menggunakan leverage atau membuka beberapa posisi sekaligus. Menunggu harga berbalik tanpa batas risiko yang jelas dapat menyebabkan kerugian semakin besar.

Tips Mengelola Floating Profit dan Loss

1. Jangan Terbawa Emosi saat Harga Bergerak

Perubahan floating profit dan loss dapat memengaruhi keputusan trader, terutama ketika harga bergerak cepat.

Hindari membuka posisi tambahan hanya untuk mengejar kerugian atau menutup posisi secara terburu-buru tanpa mempertimbangkan trading plan. Evaluasi kondisi market berdasarkan analisis yang telah disiapkan.

2. Gunakan Stop Loss dan Take Profit

Stop loss dan take profit membantu trader menetapkan rencana penutupan posisi sebelum transaksi dilakukan.

Stop loss digunakan untuk membantu membatasi kerugian, sedangkan take profit digunakan untuk menetapkan target keuntungan. Namun, dalam kondisi market tertentu, harga eksekusi dapat berbeda dari level yang ditentukan.

3. Evaluasi Posisi Berdasarkan Trading Plan

Periksa kembali alasan membuka posisi, arah tren, level harga penting, serta risiko yang masih dapat ditanggung akun.

Jika kondisi market sudah tidak sesuai dengan analisis awal, lakukan evaluasi berdasarkan trading plan. Jangan mempertahankan posisi hanya karena berharap floating loss akan berubah menjadi profit.

Welcome Bonus Doo Financial Futures

Trading dengan Aplikasi Doo Financial Futures Sekarang

Memahami floating profit dan floating loss membantu trader membaca kondisi posisi terbuka serta memantau perubahan equity dan risiko akun.

Trading bersama Doo Financial Futures dengan akses market dengan harga real-time, edukasi trading, video tutorial dan fitur pengelolaan akun dalam satu platform, trader dapat memantau aktivitas trading dengan lebih praktis.

Download aplikasi Doo Financial Futures melalui Google Play Store atau Apple App Store untuk mengakses market global, memantau harga real-time, dan mulai trading kapan saja di mana saja.