Ketika berinvestasi saham, investor dapat memperoleh hasil dari perubahan harga saham maupun pembagian dividen. Namun, tidak semua perusahaan membagikan dividen secara rutin karena keputusan tersebut bergantung pada kebijakan dan kondisi keuangan masing-masing perusahaan.

Memahami dividen saham membantu investor mengetahui bentuk pembagian dividen, jadwal penting, serta faktor yang memengaruhi besarannya. Informasi ini juga berguna agar investor tidak hanya berfokus pada nominal dividen tanpa mempertimbangkan perubahan harga saham.

Baca Juga: Mengenal Market Capitalization dan Cara Menghitungnya

Apa Itu Dividen Saham?

1. Pengertian Dividen Saham

Dividen adalah pembagian manfaat ekonomi perusahaan kepada pemegang saham sesuai keputusan dan ketentuan yang berlaku.

Dalam penggunaan sehari-hari, istilah dividen saham sering dipakai untuk menyebut dividen yang diterima pemegang saham. Namun, secara lebih khusus, dividen saham juga dapat berarti dividen yang dibagikan dalam bentuk tambahan saham, berbeda dari dividen tunai.

2. Mengapa Perusahaan Membagikan Dividen?

Perusahaan dapat membagikan dividen sebagai salah satu cara mendistribusikan keuntungan atau dana yang tersedia kepada pemegang saham sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun, perusahaan juga dapat memilih mempertahankan laba untuk kebutuhan operasional, pengembangan bisnis, atau pembayaran kewajiban. Karena itu, besarnya dividen dapat berbeda pada setiap periode.

3. Hubungan Dividen dengan Kepemilikan Saham

Hak atas dividen berkaitan dengan kepemilikan saham dan persyaratan yang berlaku pada tanggal-tanggal pembagian dividen.

Jumlah dividen yang diterima umumnya bergantung pada jumlah saham yang berhak serta besaran dividen per saham. Investor perlu memperhatikan jenis saham dan pengumuman resmi perusahaan.

Jenis-Jenis Dividen Saham

1. Dividen Tunai

Dividen tunai merupakan pembagian dividen dalam bentuk uang kepada pemegang saham yang memenuhi ketentuan.

Sebagai contoh, jika perusahaan membagikan dividen Rp100 per saham dan investor memiliki 1.000 saham yang berhak, dividen bruto yang diperoleh adalah Rp100.000 sebelum pajak atau penyesuaian yang berlaku.

2. Dividen dalam Bentuk Saham

Dividen saham dalam arti khusus merupakan pembagian dividen berupa tambahan saham kepada pemegang saham sesuai ketentuan perusahaan.

Pembagian tersebut dapat menambah jumlah saham yang dimiliki investor. Namun, tambahan saham tidak otomatis meningkatkan nilai total investasinya dengan persentase yang sama karena harga pasar dapat menyesuaikan.

3. Dividen Interim dan Dividen Final

Dividen dapat dibedakan berdasarkan waktu dan mekanisme pembagiannya:

  • Dividen interim: Dividen yang dibagikan sebelum pembagian dividen tahunan final, sesuai ketentuan yang berlaku.
  • Dividen final: Dividen yang ditetapkan melalui mekanisme persetujuan perusahaan untuk periode buku terkait.

Jadwal dan persyaratan pembagian perlu mengacu pada pengumuman resmi emiten serta peraturan pasar yang berlaku.

Cara Kerja Pembagian Dividen Saham

1. Cum Date dan Ex Date

Cum date adalah tanggal terakhir ketika pembelian saham melalui mekanisme perdagangan yang berlaku masih memberikan hak atas dividen yang diumumkan.

Ex date merupakan tanggal ketika saham mulai diperdagangkan tanpa hak atas dividen tersebut bagi pembeli baru. Jadwal ini bergantung pada mekanisme penyelesaian transaksi dan ketentuan bursa terkait.

2. Recording Date

Recording date adalah tanggal yang digunakan perusahaan untuk menentukan daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen.

Investor perlu memperhatikan hubungan recording date dengan jadwal perdagangan dan penyelesaian transaksi. Memegang saham pada tanggal tertentu belum tentu cukup apabila transaksi belum memenuhi ketentuan pencatatan yang berlaku.

3. Payment Date

Payment date adalah tanggal pembayaran dividen kepada pemegang saham yang memenuhi persyaratan.

Untuk dividen tunai, dana dibayarkan melalui mekanisme yang berlaku. Sementara itu, dividen dalam bentuk saham mengikuti proses distribusi dan pencatatan sesuai ketentuan perusahaan serta pasar terkait.

Faktor yang Memengaruhi Besaran Dividen

1. Laba Bersih Perusahaan

Laba bersih dapat menjadi salah satu pertimbangan perusahaan ketika menentukan pembagian dividen.

Namun, laba yang besar tidak otomatis berarti dividen akan meningkat. Perusahaan tetap mempertimbangkan arus kas, kebutuhan modal, dan rencana penggunaan dana.

2. Kebijakan Pembagian Dividen

Setiap perusahaan dapat memiliki kebijakan berbeda mengenai penggunaan laba dan pembagian dividen kepada pemegang saham.

Sebagian perusahaan berupaya membagikan dividen secara berkala, sementara yang lain lebih memprioritaskan pengembangan bisnis. Kebijakan tersebut dapat berubah mengikuti kondisi dan keputusan perusahaan.

3. Kondisi Keuangan dan Kebutuhan Modal Perusahaan

Perusahaan perlu mempertimbangkan ketersediaan kas, kewajiban utang, kebutuhan operasional, dan rencana investasi sebelum membagikan dividen.

Apabila kebutuhan modal meningkat, perusahaan dapat memutuskan untuk mengurangi atau tidak membagikan dividen pada periode tertentu sesuai ketentuan yang berlaku.

Hal yang Perlu Diperhatikan sebelum Membeli Saham Dividen

1. Memahami Dividend Yield

Dividend yield menunjukkan perbandingan antara dividen per saham dan harga saham, biasanya dinyatakan dalam persentase.

Dividend Yield = (Dividen per Saham ÷ Harga Saham) × 100%

Sebagai contoh, jika dividen tahunan sebesar Rp100 per saham dan harga saham Rp2.000, dividend yield berdasarkan angka tersebut adalah 5%. Persentase ini dapat berubah mengikuti harga saham dan besaran dividen.

2. Memeriksa Riwayat Pembagian Dividen

Riwayat pembagian dividen dapat memberikan gambaran mengenai kebijakan perusahaan pada periode sebelumnya.

Namun, pembagian dividen di masa lalu tidak menjamin perusahaan akan membagikan jumlah yang sama pada periode berikutnya. Investor tetap perlu membaca pengumuman resmi dan menilai kondisi keuangan terkini.

3. Mempertimbangkan Risiko Perubahan Harga Saham

Pendapatan dividen perlu dilihat bersama risiko perubahan harga saham.

Harga saham dapat turun sebelum atau sesudah pembagian dividen sehingga nilai investasi secara keseluruhan tetap dapat mengalami kerugian. Karena itu, jangan membeli saham hanya berdasarkan besarnya dividend yield tanpa mempertimbangkan kondisi perusahaan dan risiko pasar.

Zero Swap Doo Financial Futures

Trading dengan Aplikasi Doo Financial Futures Sekarang

Memahami dividen membantu investor membaca informasi kepemilikan saham dan mekanisme pembagian keuntungan perusahaan.

Dengan akses market dengan harga real-time, edukasi trading, video tutorial dan fitur pengelolaan akun dalam satu platform, trader dapat memantau aktivitas trading dengan lebih praktis.

Download aplikasi Doo Financial Futures melalui Google Play Store atau Apple App Store untuk mengakses market global, memantau harga real-time, dan mulai trading kapan saja di mana saja.