Saat membuka transaksi, trader perlu memilih jenis order yang sesuai dengan rencana entry. Dua jenis order yang umum digunakan adalah market order dan limit order. Keduanya memiliki cara kerja berbeda, terutama dalam menentukan waktu transaksi dan harga yang dapat diterima.
Market order digunakan ketika trader ingin melakukan transaksi pada harga yang tersedia saat itu. Sementara itu, limit order memungkinkan trader menetapkan batas harga beli atau jual terlebih dahulu. Memahami perbedaannya membantu trader memilih jenis order sesuai kondisi market dan strategi trading.
Baca Juga: Mengenal Margin Call dan Stop Out dalam Dunia Trading
Apa Itu Market Order dan Limit Order?
1. Pengertian Market Order
Market order adalah perintah untuk membeli atau menjual instrumen pada harga terbaik yang tersedia saat order diproses.
Jenis order ini digunakan ketika trader ingin segera melakukan transaksi. Namun, harga eksekusi dapat berbeda dari harga yang terlihat saat order dikirim, terutama ketika market bergerak cepat.
2. Pengertian Limit Order
Limit order adalah perintah untuk membeli atau menjual instrumen pada harga yang telah ditentukan atau harga yang lebih baik.
Dalam trading forex, buy limit umumnya dipasang di bawah harga pasar saat ini, sedangkan sell limit dipasang di atas harga pasar. Limit order termasuk jenis pending order, yaitu perintah yang menunggu kondisi tertentu sebelum transaksi dilakukan.
3. Perbedaan Dasar Keduanya
Perbedaan utama market order dan limit order terletak pada prioritas pelaksanaan transaksi.
- Market order: Mengutamakan pelaksanaan transaksi pada harga yang tersedia.
- Limit order: Mengutamakan batas harga yang ditentukan trader.
- Waktu eksekusi: Market order dikirim untuk segera diproses, sedangkan limit order dapat menunggu hingga tersedia harga yang sesuai.
Market order tidak menjamin harga eksekusi tertentu. Sebaliknya, limit order tidak menjamin bahwa transaksi akan terlaksana.

Cara Kerja Market Order
1. Eksekusi Order secara Langsung
Ketika trader mengirim market order, platform akan memproses perintah berdasarkan harga yang tersedia sesuai mekanisme eksekusinya.
Sebagai contoh, trader ingin membuka posisi buy EUR/USD ketika kondisi market sudah sesuai dengan analisis. Trader dapat menggunakan market order untuk mengirim perintah transaksi tanpa menunggu harga mencapai level lain.
2. Kelebihan Market Order
Market order memungkinkan trader mengirim perintah tanpa harus menyiapkan harga entry terlebih dahulu.
Jenis order ini dapat digunakan ketika trader ingin segera membuka atau menutup posisi. Meski demikian, keputusan transaksi tetap perlu mempertimbangkan spread, volatilitas, dan batas risiko.
3. Risiko Market Order saat Volatilitas Tinggi
Ketika market bergerak cepat, harga eksekusi dapat berbeda dari harga yang terlihat saat order dikirim. Perbedaan ini dikenal sebagai slippage.
Spread juga dapat melebar ketika likuiditas menurun atau terdapat rilis berita ekonomi penting. Karena itu, trader perlu memeriksa kondisi market sebelum menggunakan market order.
Cara Kerja Limit Order
1. Order Menunggu Harga yang Ditentukan
Limit order memungkinkan trader menetapkan batas harga beli atau jual sebelum transaksi dilakukan.
Sebagai ilustrasi, ketika EUR/USD berada di harga 1,1000, trader dapat memasang buy limit di 1,0950 jika ingin membeli pada harga tersebut atau lebih rendah. Order akan menunggu hingga tersedia harga yang memenuhi batas tersebut.
2. Kelebihan Limit Order
Limit order membantu trader merencanakan entry berdasarkan area harga yang telah dianalisis.
Dengan fitur ini, trader tidak perlu terus memantau chart untuk mengirim order secara manual saat harga mencapai area yang diinginkan. Namun, trader tetap perlu menerima kemungkinan bahwa transaksi tidak terlaksana.
3. Risiko Limit Order jika Tidak Dikelola
Kondisi market dapat berubah setelah limit order dipasang. Area harga yang sebelumnya sesuai dengan strategi mungkin sudah tidak relevan ketika muncul berita atau perubahan tren.
Selain itu, limit order dapat tetap menunggu jika harga tidak mencapai batas yang ditentukan. Trader perlu memeriksa kembali order yang masih aktif dan membatalkannya apabila sudah tidak sesuai dengan trading plan.
Jenis-Jenis Pending Order dalam Trading
Limit order merupakan salah satu jenis pending order. Selain buy limit dan sell limit, trader juga perlu mengenal buy stop dan sell stop yang menggunakan mekanisme pemicu harga berbeda.
1. Buy Limit
Buy limit adalah perintah untuk membeli instrumen pada harga yang ditentukan atau lebih rendah.
Dalam trading forex, buy limit umumnya dipasang di bawah harga pasar saat ini. Misalnya, trader memperkirakan EUR/USD akan turun menuju area support sebelum berpotensi naik, lalu menempatkan buy limit pada area tersebut.
2. Sell Limit
Sell limit adalah perintah untuk menjual instrumen pada harga yang ditentukan atau lebih tinggi.
Dalam trading forex, sell limit umumnya dipasang di atas harga pasar saat ini. Misalnya, trader memperkirakan EUR/USD akan naik menuju area resistance sebelum berpotensi turun, lalu menempatkan sell limit pada area tersebut.
3. Buy Stop
Buy stop adalah pending order untuk memicu perintah buy ketika harga bergerak naik hingga mencapai level yang ditentukan.
Order ini umumnya ditempatkan di atas harga pasar saat ini, misalnya ketika trader menunggu harga menembus resistance. Berbeda dari buy limit, buy stop tidak menjamin harga eksekusi akan sama dengan level pemicunya.
4. Sell Stop
Sell stop adalah pending order untuk memicu perintah sell ketika harga bergerak turun hingga mencapai level yang ditentukan.
Order ini umumnya ditempatkan di bawah harga pasar saat ini, misalnya ketika trader menunggu harga menembus support. Harga eksekusinya dapat berbeda dari level pemicu, terutama saat market bergerak cepat. Selain itu juga ada Jenis-Jenis Order dalam Trading supaya lebih memahami sebelum melakukan trading.
Tips Menggunakan Order Trading untuk Pemula
1. Tentukan Level Entry dengan Jelas
Sebelum memilih jenis order, tentukan alasan membuka posisi dan area harga yang sesuai dengan analisis.
Market order dapat digunakan ketika trader ingin segera mengirim transaksi, sedangkan limit order digunakan ketika trader ingin menunggu harga yang memenuhi batas tertentu.
2. Gunakan Stop Loss dan Take Profit
Tetapkan batas kerugian dan target keuntungan sebelum membuka posisi. Sesuaikan level tersebut dengan kondisi harga, volatilitas, dan ukuran transaksi.
Stop loss dan take profit membantu merencanakan penutupan posisi, tetapi harga eksekusi dapat berbeda dari level yang ditentukan dalam kondisi market tertentu. Sebelum melakukan transaksi trading, sebaiknya membuat plan dengan menghitung profit dan loss supaya trading lebih efektif.
3. Hindari Menempatkan Order tanpa Analisis
Jangan memasang order hanya karena harga terlihat mendekati support atau resistance. Perhatikan tren, berita ekonomi, spread, dan risiko apabila harga bergerak berlawanan setelah posisi terbuka.
Periksa kembali pending order yang belum terpicu agar tetap sesuai dengan kondisi market dan trading plan.

Trading dengan Aplikasi Doo Financial Futures Sekarang
Memahami perbedaan market order dan limit order membantu trader menentukan cara entry sesuai strategi dan batas harga yang direncanakan.
Dengan akses market forex dengan harga real-time, edukasi trading, video tutorial dan fitur pengelolaan akun dalam satu platform, trader dapat memantau aktivitas trading dengan lebih praktis.
Download aplikasi Doo Financial Futures melalui Google Play Store atau Apple App Store untuk mengakses market global, memantau harga real-time, dan mulai trading kapan saja di mana saja.





