Slippage merupakan salah satu kondisi yang dapat terjadi ketika harga eksekusi berbeda dari harga yang diharapkan trader saat mengirim order. Kondisi ini sering muncul ketika market bergerak cepat atau likuiditas sedang rendah.
Memahami apa itu slippage penting agar trader tidak langsung menganggap setiap perbedaan harga sebagai kesalahan sistem. Dalam kondisi market tertentu, perubahan harga dapat terjadi sangat cepat sehingga order dieksekusi pada level berikutnya yang tersedia.
Apa Itu Slippage dalam Trading?
Mengenal Slippage
Slippage adalah perbedaan antara harga yang diharapkan saat melakukan transaksi dan harga aktual ketika order berhasil dieksekusi.
Slippage dapat terjadi pada posisi buy maupun sell dan hasilnya bisa positif atau negatif. Artinya, trader bisa mendapatkan harga yang lebih baik atau justru lebih buruk dari harga awal.
Perbedaan Harga Order dan Harga Eksekusi
Harga order adalah level yang terlihat atau diinginkan trader ketika mengirim transaksi. Sementara itu, harga eksekusi adalah harga aktual ketika order berhasil diproses di market.
Saat market bergerak cepat, harga yang tersedia dapat berubah dalam waktu sangat singkat. Akibatnya, order dapat dieksekusi pada harga yang berbeda dari rencana awal.
Baca Juga: Ciri-Ciri Sinyal Trading yang Baik untuk Trader
Mengapa Slippage Bisa Terjadi?
Market Bergerak Sangat Cepat
Saat volatilitas meningkat, harga dapat berubah dalam hitungan detik atau bahkan lebih cepat.
Jika harga bergerak sebelum order selesai dieksekusi, transaksi dapat masuk pada harga berikutnya yang tersedia.
Likuiditas Rendah
Likuiditas menunjukkan seberapa banyak aktivitas transaksi yang tersedia di market.
Ketika likuiditas rendah, jumlah order pada harga tertentu dapat terbatas. Hal ini membuat kemungkinan terjadinya slippage menjadi lebih besar.
Rilis Berita Berdampak Tinggi
Data ekonomi penting seperti inflasi, keputusan suku bunga, dan laporan tenaga kerja dapat memicu pergerakan harga yang sangat cepat.
Pada kondisi seperti ini, spread dapat berubah dan harga dapat meloncat dari satu level ke level lain sehingga risiko slippage meningkat.
Dampak Slippage terhadap Trading
Entry Tidak Sesuai Rencana
Slippage dapat membuat posisi terbuka pada harga yang berbeda dari area entry yang telah direncanakan.
Perbedaan kecil mungkin tidak terlalu berpengaruh, tetapi slippage yang lebih besar dapat mengubah perhitungan risiko dan potensi keuntungan.
Risiko Kerugian Bisa Bertambah
Jika order dieksekusi pada harga yang lebih buruk, jarak menuju stop loss dapat menjadi lebih pendek atau potensi kerugian dapat meningkat.
Karena itu, trader perlu memperhitungkan kondisi volatilitas sebelum membuka posisi.
Target dan Stop Loss Perlu Disesuaikan
Perubahan harga entry dapat memengaruhi risk reward ratio yang telah direncanakan.
Setelah order tereksekusi, trader perlu mengecek kembali apakah posisi, stop loss, dan target profit masih sesuai dengan strategi awal.
Cara Mengurangi Risiko Slippage
Hindari Entry saat News Besar
Trader dapat mempertimbangkan untuk menghindari entry tepat sebelum atau saat rilis data ekonomi berdampak tinggi.
Menunggu kondisi market lebih stabil dapat membantu mengurangi risiko eksekusi pada harga yang jauh dari perkiraan.
Gunakan Limit Order saat Diperlukan
Limit order memungkinkan trader menentukan harga maksimum untuk membeli atau harga minimum untuk menjual.
Namun, limit order tidak selalu menjamin transaksi akan tereksekusi jika harga tidak mencapai level yang ditentukan.
Perhatikan Likuiditas Instrumen
Instrumen dengan likuiditas lebih tinggi umumnya memiliki pergerakan order yang lebih aktif.
Meski begitu, slippage tetap dapat terjadi ketika volatilitas meningkat tajam, sehingga kondisi market tetap perlu diperhatikan.
Kesalahan yang Sering Terjadi saat Menghadapi Slippage
- Menganggap setiap slippage sebagai kesalahan platform.
- Membuka posisi saat volatilitas ekstrem tanpa memperhitungkan risiko.
- Tidak mengecek kembali harga entry setelah order tereksekusi.
- Menggunakan ukuran posisi terlalu besar saat market tidak stabil.
- Mengabaikan jadwal rilis berita berdampak tinggi.
Trading Lebih Mudah Langsung dari Aplikasi
Setelah memahami kondisi ekonomi dan berbagai faktor yang dapat memengaruhi market, trader juga perlu memantau pergerakan harga secara langsung dan menyesuaikan strategi dengan situasi terbaru.
Download aplikasi Doo Financial Futures untuk mengakses market global, memantau harga real-time, dan mulai trading kapan saja dengan lebih praktis.





