Kebijakan bank sentral dapat memengaruhi suku bunga, likuiditas, obligasi, mata uang, hingga harga aset. Salah satu kebijakan yang sering menjadi perhatian ketika kondisi ekonomi melemah adalah quantitative easing atau QE.

Memahami apa itu quantitative easing membantu trader melihat bagaimana pembelian aset oleh bank sentral dapat memengaruhi kondisi keuangan dan pergerakan market.

Baca Juga: Apa Itu Blockchain dan Bagaimana Cara Kerjanya

Apa Itu Quantitative Easing?

Quantitative easing adalah kebijakan moneter ketika bank sentral membeli aset keuangan dalam jumlah besar, biasanya obligasi pemerintah dan dalam beberapa kasus aset lainnya.

Tujuannya adalah meningkatkan likuiditas dan mendorong kondisi keuangan menjadi lebih longgar, terutama ketika suku bunga kebijakan sudah berada pada level rendah.

QE sering disebut sebagai kebijakan moneter nonkonvensional karena mekanismenya berbeda dari penurunan suku bunga biasa.

Mengapa Bank Sentral Melakukan Quantitative Easing?

1. Mendorong Likuiditas

Pembelian aset oleh bank sentral menambah cadangan dalam sistem perbankan dan meningkatkan likuiditas pasar keuangan.

Likuiditas yang lebih besar dapat membantu menjaga fungsi pasar ketika kondisi ekonomi atau finansial mengalami tekanan.

2. Menurunkan Biaya Pinjaman

Ketika bank sentral membeli obligasi dalam jumlah besar, permintaan terhadap obligasi dapat meningkat dan yield berpotensi turun.

Yield yang lebih rendah dapat membantu menekan sejumlah biaya pendanaan di pasar.

3. Mendukung Aktivitas Ekonomi

Kondisi keuangan yang lebih longgar diharapkan dapat membantu mendorong konsumsi, investasi, dan penyaluran kredit.

Namun, efektivitasnya juga bergantung pada permintaan kredit, kondisi perbankan, serta keyakinan pelaku ekonomi.

Bagaimana Cara Kerja Quantitative Easing?

1. Bank Sentral Membeli Aset

Bank sentral membeli obligasi atau aset tertentu dari pasar.

Pembelian dalam skala besar meningkatkan permintaan terhadap aset yang menjadi bagian program QE.

2. Likuiditas Sistem Keuangan Meningkat

Ketika transaksi dilakukan, cadangan dalam sistem perbankan meningkat.

Kondisi tersebut dapat membuat likuiditas lebih tersedia, tetapi tidak berarti seluruh tambahan likuiditas otomatis berubah menjadi kredit kepada masyarakat.

3. Yield Obligasi Dapat Menurun

Harga obligasi dan yield bergerak berlawanan arah.

Ketika pembelian bank sentral mendorong harga obligasi naik, yield dapat mengalami tekanan turun.

4. Kondisi Keuangan Menjadi Lebih Longgar

Yield yang lebih rendah dan likuiditas lebih besar dapat memengaruhi biaya pendanaan, valuasi aset, serta minat investor mengambil risiko.

Inilah salah satu jalur bagaimana QE dapat memengaruhi ekonomi dan pasar keuangan.

Kapan Quantitative Easing Biasanya Digunakan?

QE biasanya digunakan ketika bank sentral membutuhkan stimulus tambahan dan ruang untuk menurunkan suku bunga konvensional sudah terbatas.

Kebijakan ini pernah digunakan dalam periode tekanan ekonomi dan keuangan besar ketika bank sentral ingin menjaga likuiditas serta mendukung transmisi kebijakan moneter.

Namun, desain dan skala program QE dapat berbeda antara satu bank sentral dengan bank sentral lainnya.

Apa Dampak Quantitative Easing pada Market?

1. Dampak terhadap Pasar Saham

Likuiditas yang lebih tinggi dan yield obligasi yang lebih rendah dapat meningkatkan daya tarik aset berisiko seperti saham dalam kondisi tertentu.

Namun, saham tidak selalu naik hanya karena QE. Kondisi ekonomi, earnings perusahaan, valuasi, dan sentimen risiko tetap menjadi faktor penting.

2. Dampak terhadap Forex

QE dapat memengaruhi nilai mata uang melalui perubahan suku bunga, yield, dan ekspektasi kebijakan moneter.

Jika pasar memperkirakan kebijakan menjadi lebih longgar dibandingkan negara lain, mata uang terkait dapat menghadapi tekanan. Namun, respons forex tetap bergantung pada perbandingan kebijakan antarnegara.

3. Dampak terhadap Harga Emas

Emas dapat memperoleh perhatian ketika yield riil menurun atau ketika kebijakan moneter longgar meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan nilai mata uang.

Meski demikian, harga emas juga dipengaruhi dolar AS, Treasury yield, sentimen risiko, dan kondisi geopolitik sehingga QE tidak otomatis membuat emas naik.

4. Dampak terhadap Obligasi

Pasar obligasi merupakan salah satu area yang paling langsung terkena dampak QE.

Pembelian obligasi oleh bank sentral dapat meningkatkan permintaan dan menekan yield, terutama pada tenor yang menjadi sasaran program pembelian.

Bagaimana Quantitative Easing Memengaruhi Dolar AS?

Ketika The Fed menjalankan QE, pasar dapat menilai kebijakan moneter AS menjadi lebih longgar.

Jika ekspektasi tersebut membuat yield dolar menjadi relatif kurang menarik dibandingkan mata uang lain, USD dapat mengalami tekanan.

Namun, hubungan tersebut tidak selalu langsung. Dalam periode ketidakpastian global, permintaan terhadap dolar sebagai aset likuid juga dapat meningkat meskipun kebijakan moneter sedang longgar.

Bagaimana Quantitative Easing Memengaruhi Inflasi?

QE bertujuan meningkatkan kondisi keuangan dan aktivitas ekonomi, sehingga secara tidak langsung dapat membantu mendorong permintaan.

Jika permintaan meningkat lebih cepat daripada kemampuan ekonomi menyediakan barang dan jasa, tekanan inflasi dapat meningkat.

Namun, QE tidak otomatis menghasilkan inflasi tinggi. Dampaknya bergantung pada kondisi ekonomi, kredit, konsumsi, supply, serta berbagai kebijakan lainnya.

Apa Risiko Quantitative Easing?

1. Tekanan Inflasi

Jika stimulus berlangsung terlalu kuat atau terlalu lama ketika permintaan sudah tinggi, tekanan harga dapat meningkat.

Bank sentral kemudian dapat menghadapi kebutuhan untuk memperketat kebijakan lebih cepat.

2. Kenaikan Harga Aset

Likuiditas dan yield yang rendah dapat mendorong investor mencari return pada saham, obligasi berisiko, atau aset lainnya.

Jika harga aset naik jauh lebih cepat dibandingkan fundamentalnya, risiko koreksi dapat meningkat.

3. Ketergantungan Pasar terhadap Likuiditas

Market dapat menjadi sangat sensitif terhadap perubahan ekspektasi mengenai pembelian aset bank sentral.

Ketika investor memperkirakan QE akan dikurangi, yield dan harga aset dapat bergerak cepat sebagai respons terhadap kondisi likuiditas yang diperkirakan lebih ketat.

Apa Perbedaan Quantitative Easing dan Penurunan Suku Bunga?

Penurunan suku bunga dilakukan dengan mengubah policy rate bank sentral.

Sementara QE dilakukan melalui pembelian aset keuangan untuk memengaruhi likuiditas dan yield, terutama pada tenor yang lebih panjang.

Keduanya bertujuan melonggarkan kondisi moneter, tetapi menggunakan mekanisme yang berbeda.

Apa Perbedaan Quantitative Easing dan Quantitative Tightening?

Quantitative easing memperbesar neraca bank sentral melalui pembelian aset.

Sebaliknya, quantitative tightening atau QT mengurangi neraca bank sentral dengan membiarkan aset jatuh tempo tanpa reinvestasi penuh atau melalui penjualan aset dalam kondisi tertentu.

Secara umum, QE menambah dukungan likuiditas, sedangkan QT bergerak ke arah kondisi keuangan yang lebih ketat.

Mengapa Trader Perlu Memahami Kebijakan QE?

QE dapat mengubah ekspektasi terhadap suku bunga, yield obligasi, likuiditas, dolar AS, saham, dan emas.

Karena itu, trader sebaiknya tidak hanya melihat apakah bank sentral melakukan QE, tetapi juga memperhatikan ukuran program, durasi, perubahan neraca, kondisi ekonomi, dan ekspektasi pasar.

Reaksi market sering kali terjadi sebelum kebijakan resmi berubah karena investor sudah lebih dulu menyesuaikan posisi berdasarkan ekspektasi.

Deposit Reward Doo Financial Futures

Trading dengan Aplikasi Doo Financial Futures Sekarang

Memahami quantitative easing membantu trader melihat bagaimana kebijakan bank sentral dapat memengaruhi likuiditas, yield, mata uang, saham, dan emas.

Dengan akses market dengan harga real-time, edukasi trading, video tutorial dan fitur pengelolaan akun dalam satu platform, trader dapat memantau aktivitas trading dengan lebih praktis.

Download aplikasi Doo Financial Futures melalui Google Play Store atau Apple Store untuk mengakses market global, memantau harga real-time, dan mulai trading kapan saja di mana saja